KP di Freeport part 1
Yup, setelah satu bulan terasing di pulau seberang, akhirnya anak2 yang KP di Freeport ini ngepost juga. Sebagai posting pertama dari Papua kita mau ngenalin daerah sini nih.
Nah, wilayah kerja Freeport itu meliputi wilayah dari portsite yang dekat laut sampai ke Grasberg yang dekat puncak jaya. For details, see picture. So sekarang kita berempat itu tinggal di lembah berketinggian 2012 meter dengan suhu rata-rata 16-18C. Dan kalau Asido dan Joel kerja, mereka naik lagi ke ketinggian 2896 meter dari permukaan laut dan yang pasti suhunya juga lebih rendah. Kita zoom wilayahnya satu persatu.. yuk mari...Dari portsite ini, bijih tambang yang udah diolah jadi konsentrat dikirimkan ke pabrik yang ada di Surabaya dan ke konsumen-konsumen di seluruh penjuru dunia. Konsentrat-konsentrat tersebut dialirkan dalam pipa bertekanan tinggi langsung dari Mill di mile 74 lho
Biasanya kalo hari libur karyawan Freeport perginya ke Timika atau Kuala Kencana. Gambar di kiri itu landasan airport Timika. Perjalanan Timika-Tembagapura biasanya memerlukan waktu 2 jam.
Kota ini cuma berjarak 20 menit perjalanan dari Timika. Konon katanya kota ini dijadikan percontohan kota di Indonesia. Desain wilayahnya emang unik, liat aja bentuk komplek perumahannya. Fasilitas di sini lebih lengkap daripada di Tembagapura. Udah ada KFC, McD, dan Cinemax
Ini kota tempat kita berempat tinggal. Fasilitas di sini cukup lengkap, ada barak, messhall sebagai tempat makan, rumah sakit, sekolah, shopping center, sports hall, perpustakaan tempat favorit kita kalo lagi nganggur, lapangan bola ukuran internasional, kolam renang indoor, gym, lapangan basket, tenis, voli, squash, dan badminton. Di sini ada bus yang beroperasi keliling Tembagapura. Di sini tertib lho, bisnya berangkat sesuai jadwal dan hanya berhenti di halte. Ga ada istilah nunggu-nunggu penumpang atau turun sembarangan. Trus kalo bis lagi berhenti, mobil di sekitar bis pasti berhenti, baik yang searah dan yang berlawanan arah.
Ini tempat kerjanya Asido dan Joel…Dilanda gempa 3 skala richter setiap hari dan ditemani suara berisik mesin crusher yang menghancurkan bijih-bijih tambang menjadi serbuk. Untuk berangkat kerja ke tempat ini Asido dan Joel harus bangun jam 4 pagi setiap harinya supaya ga ketinggalan bis…
6. GrasbergDi gunung yang tingginya 4000 meter dari permukaan laut ini emas dan tembaga yang menjadi sumber kekayaan Freeport ditambang. Untuk pergi ke Grasberg kita harus naik trem gantung dulu soalnya grasberg itu ada di gunung seberang. Grasberg yang dulunya gunung sekarang udah jadi danau kosong. Katanya kedalaman tambang terbuka sudah mencapai 1 kilometer lho…trus, selain tambang terbuka kaya Grasberg, ada juga tambang underground. Cadangan Freeport setelah Grasberg habis ditambang juga berupa tambang underground bernama Big Gossan. Peraturan di sini perempuan ga boleh kerja di underground.
Haul truck yang beroperasi di sini ukurannya luar biasa gede. Bannya aja tingginya 3 meter. Wah, kalo bocor nambalnya gimana ya? hahaha…
Pernah ada kejadian mobil ukuran kijang kelindas sama haul truck lho di sini. Serem kan….
Weits, ceritanya ga sampai di situ aja lho… Masih banyak yang mau kita tunjukin. Kantor, perpustakaan, sarana olahraga, barak dan messhall, makanan, bis dan kendaraan-kendaraan operasional yang ukurannya naudzubilah de el el..Tunggu aja cerita KP di Freeport selanjutnya…
Salam kitorang dari Papua
Salam kitorang dari Papua






