Efek Samping Memiliki Terlalu Banyak Waktu Luang
Dear TKP,
Setelah gw puas ber-mellow-mellow dan tersedu-sedu akibat melihat daftar nilai gw, sekarang gw kembali bangkit demi menulis lagi. Karena tak ada gunanya menyesali yang telah lalu, betul? Jadi, mari kita songsong masa depan yang lebih cerah!
Sudahlah, cukup dengan omong kosongnya, mari kita lanjut ke bagian artikel.
Seperti yang kita ketahui sebelumnya, bahwa tipe kerja proyek lepas kayak yang gw jalanin sekarang memiliki kelebihan, yaitu gw jadi punya banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang gila dan menarik. Inilah yang membuat gw selalu pergi jalan-jalan ngga jelas tiap pagi tanpa mikirin tugas atau kerjaan.
Tapi sayang, selain punya kelebihan, model bekerja macam ini juga mempunyai kekurangan yang cukup fatal. Coba sebut kekurangan yang paling fatal. Yang tau silakan tunjuk tangan.
"Ya! Saya! Kurangnya sosialisasi!"
Err.. Iya..sih. Oke, itu bisa juga. Kalo gitu ganti pertanyaan. Kekurangan yang nomor dua fatal apa coba?
"Saya Pak! Malas untuk mengerjakan!"
Aha! Itu dia! Seratus buat siapapun yang jawab tadi.
Dalam pengerjaan ini, gw mengalami rasa malas tingkat tinggi. Kemalasan ini selalu menyerang di kala akan mengerjakan tugas di kosan gara-gara suasana liburan yang begitu pekat. Indikasi kalo sudah terinfeksi adalah alergi keyboard pada jari dan mata yang otomatis menutup sewaktu melihat kode.
Gw yakin semua yang memiliki nasib setipe dengan gw merasakan hal yang sama. Seperti Aswin, Dewa, Andrew, Depe, dan Ray. Atau... jangan-jangan cuma gw yang ngerasa gini? Waduh, susah juga dong.
Ah, whatever. Demi kelangsungan jalannya postingan ini, mari kita berasumsi bahwa banyak orang-orang di luar sana yang sepaham dengan gw.
Nah, buat siapapun yang punya masalah dengan kemalasan saat bekerja di lingkungan tinggal, gw punya sedikit kiat praktis untuk mengatasi hal ini. Yaitu... *drumroll*
Membuat suasana kerja di rumah! Ya, suasana adalah hal yang sangat penting dalam menjaga mood bekerja. Oleh karenanya, gw merombak kamar gw seakan gw sedang dalam sebuah kubikel di kantor. Berikut ini adalah foto orang ganteng saat bekerja. NB : Jangan diganggu, awas anjing galak.
Ada beberapa hal yang perlu ditekankan dari gambar di atas mengenai metode ini. Kesetiap poinnya akan gw jabarkan sebagai berikut :
1. Baju kantoran lengkap dengan dasi dan sepatu. Ini poin pertama yang harus dipenuhi, yaitu pakaian. Kenapa pakaian? Tentu saja, mood yang dihasilkan dengan babydoll warna pink pastinya akan jauh berbeda dengan kemeja plus dasi. Ini sangat basic, beneran. Elo harus meresapi dahulu prinsip utama ini sebelum maju ke penjelasan berikutnya.
2. Kopi kalengan di atas meja. Kopi juga merupakan barang wajib pekerja secara umumnya dan programmer secara khususnya. Sebagai makhluk yang sering begadang di depan komputer, kopi diyakini sebagai sahabat terbaik lelaki, bahkan melebihi anjing, menurut kesaksian seorang coder kawakan.
3. Window Minesweeper. Inilah game wajib untuk karyawan yang sedang kebosanan akibat absennya Warcraft ataupun GTA:Vice City di komputer butut punya kantor. Jika gambar ini diteliti lebih lanjut maka dapat terlihat bahwa jari tangan telah siap di tombol Alt dan Tab sebagai pertolongan pertama bilamana bos datang. Yah, walaupun kita percaya tidak akan ada bos yang menyambangi, namun tak ada salahnya berjaga-jaga dari kemungkinan terburuk. Siapa tau gitu bos gw beneran nyamperin ke kosan.
4. Tumpukan dokumen di sebelah komputer. Sebenarnya ini tidak ada gunanya secara konkrit. Tetapi keberadaannya cukup penting untuk menambah semangat kerja karena bisa mengingatkan bahwa kerjaan gw masih banyak dan belum selesai, meski memang, dokumen-dokumen itu sama sekali tidak berhubungan dengan pekerjaan gw.
5. Jam meja yang telah disetel alarm pukul 5 tepat. Salah satu hal yang paling menyenangkan dari bekerja kantoran adalah mendengar bel pulang. Gw pun ingin merasakan sensasi nikmat tersebut. Maka, kurang lengkap rasanya bila yang satu ini tidak dimasukkan ke dalam setting ruangan kerja gw.
Demikianlah tips dan trik singkat dari gw. Semoga dapat membantu siapapun di seluruh penjuru dunia dengan kendala yang setipe dengan yang gw hadapi saat ini. Kiat-kiat di atas telah teruji berhasil dalam meningkatkan semangat bekerja gw pribadi, sehingga tidak perlu khawatir untuk mencobanya. (Walau peningkatannya sangat tidak berarti)
*Yea, yea, gw emang lagi geje segeje-gejenya sampai bisa bikin artikel yang sangat geje ini.

