Showing posts with label nessya. Show all posts
Showing posts with label nessya. Show all posts

KP di Freeport part 4 - Trip to Grasberg

Written by : Putri and Nessya

Setelah beberapa minggu lalu kita diajakin mancing ke Portsite, hari minggu kemarin kita diajakin naik buat keliling Grasberg. Yey , asyik…

Kalo mo ke Grasberg harus berangkat pagi, soalnya kalo siang ga keliatan pemandangan apa-apa karena kabut. Kak Anca (kakak super baik yang nganterin kita ke Grasberg) janji ngejemput jam tengah 8. Sambil nunggu dijemput, foto dulu ah…..


Jam delapan kurang 15 kak Anca datang. Ternyata kak Doni dan kak Dini yang rencananya juga ikut ga jadi ikut, jadilah kita bertiga doang yang pergi ke Grasberg. Perjalanan Tembagapura-Grasberg bisa ditempuh dengan dua cara. Yang pertama ke mil 74 terus naik trem (kaya yang pernah Joel ceritain), atau naik mobil melewati HEAT road. HEAT road ini bukan jalan panas lho, tapi Heavy Equipment Access Trail road. Sebenernya sih aq sama Nessya pengen naik trem, tapi kalo kita naik trem kak Ancanya nyetir sendirian dong. Hasrat naik tremnya akhirnya disimpan dulu, mudah-mudahan kapan waktu bisa kesampaian.

Kalo lewat HEAT road, tembagapura-grasberg memakan waktu sekitar satu jam perjalanan. Ketinggian Tembagapura dan Grasberg berbeda 2000 meter lho, makanya jangan heran kalo jalan ke Grasberg menanjak dan berliku-liku. Nih, gw kasi foto HEAT road kalo dilihat dari heli


Karena ketinggiannya yang lebih dari 4000 meter, lapisan oksigen di Grasberg tipis banget. Katanya sih kadar oksigen di Grasberg cuma 65% kadar oksigen di permukaan laut. Makanya orang yang baru pertama kali ke Grasberg biasanya suka pusing atau ngantuk karena kekurangan oksigen. Dari awal perjalanan kita udah diwanti-wanti sama Kak Anca, kalau misalnya ngerasa pusing atau mual langsung bilang ke dia (duh baik banget ni orang).
Pemandangan selama perjalanan ke Grasberg menakjubkan banget. Sayang, mobil dilarang parkir di sepanjang jalan. Jadinya pemandangan yang ini kita konsumsi sendiri aja ya, ga bisa dibagi di post ini hehehe. Oya, kalo lewat HEAT road kita juga bakal ngelewatin terowongan, tebing yang dilubangin untuk dibuat jalan.

Yup, akhirnya sampai di Grasberg. Oya, kalo ke Grasberg ini kita harus memakai APD (Alat Pelindung Diri) standar yaitu sepatu safety, kacamata safety, dan helm. Tempat yang pertama kita datangin adalah Overlook. Di sini ada ruangan berkaca tempat bos-bos meeting, dan dari sini kita bisa melihat keseluruhan kegiatan di Grasberg. Ni beberapa fotonya




Oke, lanjut. Kemudian kita diajak kak Anca ke Bunaken. Bunaken ini adalah tempat teratas di Grasberg. Begitu keluar dari mobil brrr udaranya dingin banget (ya iyalah, >4000 m dpl gitu). Dari Bunaken ini kita bisa ngeliat gunung di seberang yang masih ada salju abadinya. Trus kalo lagi ga berawan, laut juga bisa keliatan dari sini. Berdiri di Bunaken udah kaya berdiri di puncak dunia (backsound song : I’m on the top of the world looking down on creation nanananana…..) . Soalnya awan itu adanya di bawah kita. Nih beberapa fotonya




Can you see the snow? Dulu sih katanya Bunaken ini juga punya salju abadi, tapi karena kegiatan pertambangan, suhunya memanas, saljunya mencair. Tapi kata kak Anca, ada saatnya Bunaken ini bersalju, biasanya sih Oktober. Yah…..bulan segitu kan kita udah balik L. Katanya di sekitar bulan Oktober itu di jalan-jalan juga bisa nemu salju. Hu…pengen…..

Setelah puas foto-foto dan memandangi salju dari jauh, kita diajak turun sama Kak Anca. Kali ini ke Mega Shop. Apakah Mega Shop ini? Dari namanya udah keliatan kan kalo tempat ini berurusan sama benda yang gede-gede…Mega shop ini tempat maintenance haul truck. Ngapain kita ke sini? Ya buat foto-fotolah, masa buat memperbaiki haul truck? Haul truck di Grasberg ada 4 tipe, paling kecil tipe 785 dan paling gede tipe 797. Kebetulan di Mega Shop ada 797 yang lagi di-maintain. Ini beberapa foto kita bersama haul truck 797






Gede banget kan? FYI, pernah ada kejadian haul truck ngelindas mobil LV (LV = light vehicles, toyota) dan supir haul trucknya ga nyadar sama sekali kalo dia udah bikin satu mobil rata dengan tanah. Nyeremin…

Dari Mega Shop kita diajak ke GBT. Kalau ke Grasberg naik trem, ntar sampainya ke GBT ini. Dulu, waktu Grasberg belum ditemukan, tambangnya Freeport ya cuma di sekitar GBT ini, namanya Ertsberg. Luasnya jauh lebih kecil dari Grasberg, tapi dari hasil Ertsberg aja Freeport udah bisa membangun Tembagapura, jalan-jalan, fasilitas trem, dll. Ga kebayang berapa besar keuntungan Freeport dari Grasberg. Apalagi kata Kak Anca, grade ore (kadar mineral yang ada di batuan tambang) di Grasberg tinggi banget bisa mencapai 3-5 (padahal di tambang underground grade 0.9-1 udah dianggap tinggi lho). Ertsberg sekarang udah jadi danau, trus warna airnya biru campur putih gitu, katanya karena kandungan sulfurnya tinggi.


Dari Ertsberg, kita diajak muter-muter sampai ke dasar Grasberg (disebutnya bottom pit). Di pinggir jalan kadang ada haul truck yang ngantri nunggu diisiin batu sama shovel, atau haul truck nuang batu ke crusher buat dihancurin. Di dekat crusher atau shovel biasanya ada batu-batu unik, tapi karena ga boleh turun jadi ga bisa mungut batu deh…

Waktu kita keluar dari bottom pit kabut udah mulai turun (atau naik ya?). Rencana mo foto-foto dengan latar belakang gunung dan laut batal, soalnya udah ketutup kabut. Tapi gpp deh, stok fotonya juga udah banyak.

Jadi begitu cerita trip to Grasberg kita kali ini. Biggest thanx goes to Kak Anca yang sudah dengan sangat baik hatinya mengantarkan kita ke Grasberg, ngajak kita keliling-keliling, ngejelasin ini-itu sepanjang perjalanan, dan menjadi tukang foto ketika naluri narsis kita muncul. Makasih banyak ya kak…

Buat teman-teman KP lainnya, udah pada mau selesai ya? Kita masih rada lama di sini, mungkin ada cerita baru, tunggu aja kelanjutan pengalaman KPers Freeport ya…
Salam dari Papua…

 

KP di Freeport part 1

Yup, setelah satu bulan terasing di pulau seberang, akhirnya anak2 yang KP di Freeport ini ngepost juga. Sebagai posting pertama dari Papua kita mau ngenalin daerah sini nih.



Nah, wilayah kerja Freeport itu meliputi wilayah dari portsite yang dekat laut sampai ke Grasberg yang dekat puncak jaya. For details, see picture. So sekarang kita berempat itu tinggal di lembah berketinggian 2012 meter dengan suhu rata-rata 16-18C. Dan kalau Asido dan Joel kerja, mereka naik lagi ke ketinggian 2896 meter dari permukaan laut dan yang pasti suhunya juga lebih rendah. Kita zoom wilayahnya satu persatu.. yuk mari...







1. Portsite

Dari portsite ini, bijih tambang yang udah diolah jadi konsentrat dikirimkan ke pabrik yang ada di Surabaya dan ke konsumen-konsumen di seluruh penjuru dunia. Konsentrat-konsentrat tersebut dialirkan dalam pipa bertekanan tinggi langsung dari Mill di mile 74 lho






2. Timika

Biasanya kalo hari libur karyawan Freeport perginya ke Timika atau Kuala Kencana. Gambar di kiri itu landasan airport Timika. Perjalanan Timika-Tembagapura biasanya memerlukan waktu 2 jam.



3. Kuala Kencana

Kota ini cuma berjarak 20 menit perjalanan dari Timika. Konon katanya kota ini dijadikan percontohan kota di Indonesia. Desain wilayahnya emang unik, liat aja bentuk komplek perumahannya. Fasilitas di sini lebih lengkap daripada di Tembagapura. Udah ada KFC, McD, dan Cinemax






4. Tembagapura (mile 68)

Ini kota tempat kita berempat tinggal. Fasilitas di sini cukup lengkap, ada barak, messhall sebagai tempat makan, rumah sakit, sekolah, shopping center, sports hall, perpustakaan tempat favorit kita kalo lagi nganggur, lapangan bola ukuran internasional, kolam renang indoor, gym, lapangan basket, tenis, voli, squash, dan badminton. Di sini ada bus yang beroperasi keliling Tembagapura. Di sini tertib lho, bisnya berangkat sesuai jadwal dan hanya berhenti di halte. Ga ada istilah nunggu-nunggu penumpang atau turun sembarangan. Trus kalo bis lagi berhenti, mobil di sekitar bis pasti berhenti, baik yang searah dan yang berlawanan arah.


5. Mile 74

Ini tempat kerjanya Asido dan Joel…Dilanda gempa 3 skala richter setiap hari dan ditemani suara berisik mesin crusher yang menghancurkan bijih-bijih tambang menjadi serbuk. Untuk berangkat kerja ke tempat ini Asido dan Joel harus bangun jam 4 pagi setiap harinya supaya ga ketinggalan bis…

6. Grasberg
Di gunung yang tingginya 4000 meter dari permukaan laut ini emas dan tembaga yang menjadi sumber kekayaan Freeport ditambang. Untuk pergi ke Grasberg kita harus naik trem gantung dulu soalnya grasberg itu ada di gunung seberang. Grasberg yang dulunya gunung sekarang udah jadi danau kosong. Katanya kedalaman tambang terbuka sudah mencapai 1 kilometer lho…trus, selain tambang terbuka kaya Grasberg, ada juga tambang underground. Cadangan Freeport setelah Grasberg habis ditambang juga berupa tambang underground bernama Big Gossan. Peraturan di sini perempuan ga boleh kerja di underground.

Haul truck yang beroperasi di sini ukurannya luar biasa gede. Bannya aja tingginya 3 meter. Wah, kalo bocor nambalnya gimana ya? hahaha…

Pernah ada kejadian mobil ukuran kijang kelindas sama haul truck lho di sini. Serem kan….

Weits, ceritanya ga sampai di situ aja lho… Masih banyak yang mau kita tunjukin. Kantor, perpustakaan, sarana olahraga, barak dan messhall, makanan, bis dan kendaraan-kendaraan operasional yang ukurannya naudzubilah de el el..Tunggu aja cerita KP di Freeport selanjutnya…
Salam kitorang dari Papua

 

Selamat Datang di kapedeh.blogspot.com!

kapedeh.blogspot.com adalah sebuah log KP IF2005 yang insya Allah berisikan cerita-cerita Kerja Praktek Pacifist dari sabang sampai timika :P

Yang mau join nulis-nulis, kalau bisa setiap perwakilan tim dari semua tim bisa ikutan nulis, bisa kontak paw :D

Kritik dan saran klik ini


Free chat widget @ ShoutMix

Blogger Templates by Blog Forum

Recent Comments

Jumlah Pengunjung

Pacifist @ Ning

Labels

Polling 1: Cerita Terfavorit TKP 2-13 Juni '08 goes to.. [vote sebanyak-banyaknya!]

Polling 0: Menurut kalian, polling apa yang sebaiknya diadakan untuk pertama kali?