Makan Sehat dan Banyak a la SGU Lounge

Kalo dipikir-pikir dah lama gw ga posting di sini. Kali ini gw mau cerita tentang menu makan sehat dan yang pasti banyak, a la SGU Lounge. Udah lewat 1 bulan kami ber-KP di balicamp, yang terletak di gedung German Center. German Center ini kalo kita gw coba gambarkan berada di tengah-tengah lahan kosong. Di sekitar gedung ini masi di bangun beberapa gedung lain, sebelahnya baru jadi Eka Hospital, trus di deketnya lagi baru mau dibuat ruko2. Praktis ga ada gedung kantor selain German center di sekitaran situ. Efeknya apa? Salah satu efeknya itu dikitnya pilihan tempat makan "orang-orang ngantor" di sana.

[foto digeser sedikit ke atas by request :P]

Di area jangkauan jalan kaki [ya maksudnya area yang bisa ditempuh kalo jalan kaki], cuma ada 4 pilihan tempat makan. Di gedung german center (GC) ada di SGU Lounge di lantai 2, lalu kantin SGU di lantai 6, dan rooftop restaurant di lantai 7. Dan di depan SGU ada warung emak. Naah.. Dari 4 tempat itu, yang paling cocok untuk makan siang adalah SGU Lounge dan warung emak. Karena kantin SGU cuman ngejual snack, dan rooftop restaurant terkenal dengan harga yg mahal karna menu yang mahal juga. hehe..

Naah,, tinggal 2 pilihannya: SGU Lounge dan warung emak,, tapii... warung emak ini suka abis makanannya kalo agak telat dikit. Shena jg males keluar gedung karna panas. Ya walhasil makan siang kita paling sering di SGU Lounge. Karena selain mudah dijangkau [cuman turun satu lantai dari ruangan kita], trus juga terbilang murah untuk porsi besar. Mau tau sebesar apa? Coba kita tengok makan siang gw pada hari Jumat kemarin di foto di atas.


Nasinya segunung [ga terlalu kliatan kalo disini, kalo ga salah, 4 sendok nasi penuh apa, lupa], lalu yang kanan itu ayam balado, dada, dan ayamnya ayam broiler, gede betul, segede ayam kfc. Sebelah kiri itu telur dadar yang super tebal dan enak, dan sayur kangkung. Nah, yang ini masih agak mendingan, kemarennya lagi, menu gw adalah 2 potong kari ayam, telur rebus, dan mihun yang super banyak, dan tentunya nasi segunung. Hehe... Harga lumayan terjangkau, worth it kalo dibandingkan dengan porsi dan rasa. Makan siang gw ini seharga 14 ribu rupiah. Tapi kenyangnya pol-polan.. ahahah... Rasa bintang lima, harga... ga kaki lima juga sih, tapi sebanding sama porsi dan rasa deh.. :D

Aaah.. Selesai KP agak sulit kalo mau makan di SGU Lounge.. hehe..

 

Mendadak Trainer (Ngeles Engineering)

Halo semuanya,

Bertemu lagi dengan kami (sok penyiar radio ), D2 - Diaz dan Danang, yang lagi KP di PT Akhdani Reka Solusi (PT ARS). Kemarin kami berdua gak masuk kantor, tapi kemarin kami masuknya malah ke ComLabs ITB. Lho? Gimana ceritanya kok nyampe ke ComLabs? Hmm, di KP ini kami ada dua proyek, yaitu Data Warehouse dan Enterprise Reporting System di PLN Disjaya (DWHPLN), sama Sistem Informasi Logistik dan Distribusi KPU (SILogDisKPU). Well, meski kami harus fokus ke proyek DWHPLN, tapi kami juga dilibatkan di proyek SILogDisKPU, yang sebenarnya adalah proyeknya ITB. Lho? Gimana ceritanya kok proyek ini bisa nyampe ke ARS? Hmm, gini ceritanya. Dulu pas Pemilu 2004 setelah kejadian web KPU di-hack sama Danny Firmansyah, akhirnya manajemen IT KPU bener2 totally diambil alih dan dibersihkan sama para dedengkot IT ITB seperti Pak Onno W. Purbo, Pak Basuki Suhardiman alias Pak Bas, dkk. (sebelumnya dipegang oleh konsorsium IT tapi kami lupa apa namanya, CMIIW). Nah, untuk pemilu tahun 2009, KPU pengennya distribusi logistik pemilu bener2 dikelola secara profesional, terintegrasi, bisa dimonitor, mudah dipantau kalau ada mark-up anggaran, blabla segala macem pokoke sip... dan, akhirnya ITB dipercaya lagi sama KPU buat ngembangin sistem informasi ini. Beberapa petinggi ARS yang juga alumni IF2000 itu kenal dekat dan sering dipercaya sama Pak Bas yang saat ini adalah Ketua Unit Sumber Daya Informasi (USDI), jadinya ARS diminta bantu ngembangin sistem ini yang bekerja sama dengan orang2 USDI ITB. Nah, kemarin adalah training dan simulasi buat operator SILogDisKPU ini di setiap daerah pemilihan. Kebetulan kali ini yang dipercaya mengelola trainingnya adalah ComLabs ITB yang secara institusi bernaung di bawah USDI ITB.

Mas Agung (paling kiri) dan Mas Okky Comlabs (paling kanan) CMIIW

[Diaz mode: ON]
Oke, itu tadi ceritanya kenapa kok bisa gue sama Danang ke ComLabs kemarin. Hoho, panjang bener yak. Oiya, lupa, dulu pas belum jadi peserta KP, gue sama Danang juga sempat diundang ikutan presentasinya orang ITB di Hotel Aston, Cihampelas, dan sedjak itoe djoega gue udah punya bayangan orang-orang KPU pusat tu kayak gimana. Sebenarnya acara training ini dijadwalkan akan dilakukan sebulan yang lalu... tapi terus-terusan molor dan akhirnya baru bener2 terealisasi kemarin. Ya, maklum lah... you know why :P

Kemarin yang dijadwalkan buat ditraining adalah operator kabupaten/kota dari Provinsi Jambi, Banten, DKI Jakarta, sama Jawa Barat. Trainer utamanya adalah Pak Mugi dari USDI, Mas Agung dari ARS, Mas Angga juga dari ARS, dan Mas Ario dari USDI (ato ComLabs ya, lupa... CMIIW, Arioss Rileks), sementara para asisten ComLabs ikutan membantu sebagai asisten. Nah, sebenarnya gue sama Danang didaulat sebagai asisten sama dua orang pembimbing KP gue (Mas Agung + Mas Angga), tapi tiba2 kejadian tak terduga terjadi. Kemarin operator provinsi dari masing2 provinsi tadi juga ada. Weqs... Akhirnya ditunjuklah salah seorang asisten ComLabs bernama Pasca S. Handiman sebagai trainer dadakan. Setelah ditimbang, diingat, dst... karena gue dianggap lumayan ngerti sama bisnis proses aplikasi SILogDisKPU (lho! saya ndak tau semuanya Mas! taunya alur distribusi doang -_-"), berhubung gue pernah ikutan bantu ngerjain modul distribusi SILogDisKPU pas awal KP kemaren, akhirnya gue juga didapuk sebagai trainer dadakan bareng Pasca, weqs... Dan itu yang bikin gue rada grogi sekaligus nyesel soalnya gak bisa ngecengin ****... sementara Danang sempet berduaan ngobrol gj sama dia di ruang sebelah, weqs! soalnya persiapannya juga beberapa menit saja.

Well, dengan bermodal kenekatan (bonek = bondho nekat, secara gue Orang Jatim, hidup Persebaya yeah! :P), gue akhirnya maju ke depan ngemeng soal SILogDisKPU. Here the real story happen...

Suasana training operator kabupaten/kota

Ada beberapa cerita yang gue dapet dari training pertama ini. Jujur ini training pertama gue sama orang-orang yang rata-rata masih awam IT, dan itu berarti tantangannya gue harus menjelaskan segala sesuatu yang berbau teknis dengan bahasa yang sebisa mungkin bisa mereka pahami. Kalaupun terpaksa keluar istilah-istilah "dewa", maka sebisa mungkin harus bisa diterjemahkan ke dalam bahasa "manusia". Tantangan lain menurut gue nggak terlalu berat, soalnya satu ruangan itu yang ditraining ada sekitar 7 orang. Hmm, 2 vs. 7, cukup lah ya... :D Apalagi ada 1 orang "senjata pamungkas" dari KPU pusat kalo gue sama Panca udah KO di-gang bang sama peserta, hehe.

Training ini ada dua sesi, yaitu sesi pertama (09.30 - 11.30) plus sesi kedua (13.30 - 16.30). Klimaks buat gue sih di sesi pertama, soalnya di situlah gue jadi trainer dan mesti jelasin apa saja fungsi aplikasi SILogDisKPU untuk para operator ini sekaligus menjelaskan batasan-batasan dan privilege buat mereka. Di sini juga gue mesti kasih simulasi yang lebih nyata buat mereka supaya bisa ngerasa kalo make aplikasi ini beneran nanti, jadi misal kalo ada pengadaan barang dari Pusat ke KPU Provinsi apa saja yang harus dilakukan, dst. Di sesi ini gue juga banyakan kasih penjelasan tentang bagaimana cara mengentri berbagai data yang diperlukan (misal: data harga perkiraan sendiri untuk barang dan jasa, data harga satuan barang dan jasa, data pengadaan barang dari Provinsi ke Kabupaten, data penerimaan barang dari Pusat ke Provinsi, data inventaris KPU sisa Pemilu 2004 yang kemungkinan masih bisa dipake, dsb.) serta apa kegunaan masing-masing proses entri data tadi. Gue juga jelasin tentang rencana kerja dan anggaran sekaligus beberapa rekapitulasi biaya logistik yang bagian2 awal. Di sesi kedua, Pasca ngejelasin tentang beberapa rekapitulasi biaya logistik lanjutan yang bisa dilihat operator provinsi dan juga tentang cara penggunaan peta monitoring SILogDisKPU, sementara gue yang udah mulai ngantuk karena kekenyangan bertindak sebagai asisten yang wara-wiri kalo ada yang nanya atau bantu jelasin Pasca kalo misal ada hal yang dirasa masih rada taksa (ambigu) atau saat peserta masih bingung. Fyuh, thanks Pasca! You're such a good partner! Trainernya ngemengnya gak banyak-banyak amat... kalo dirasa penjelasan udah cukup, peserta - yang tentunya udah membawa data dari masing-masing wilayahnya, sesuai yang ada di undangan - dipersilahkan untuk mencoba-coba sendiri sambil nanya ke trainer/asisten kalo misal mengalami kesulitan.

Suasana training operator provinsi (paling belakang, dari kiri-kanan: operator Banten, operator Jambi, operator Jambi)

Hmm, kunci utama buat training kali ini adalah kesabaran, ketelatenan, dan juga kemampuan untuk "Ngeles Engineering".
Oke. Kenapa perlu kesabaran? Soalnya yang kita hadapi adalah orang yang istilahnya bukan geeks (ceile geeks). Tentu istilah atau pertanyaan mereka ada kemungkinan untuk berbeda maksud dengan yang kita tangkap. Hal yang miss ini kadang bikin mereka tambah bertanya lagi sampai mereka "nggak nanya lagi". Hmm, misal aja, tadi gue sempet ditanyain... "Mas, ini udah dijamin gak bakal bisa di-hack?" ato "Mas, kalo misal di komputer tempat saya ada virus apa bakal ngaruh ke datanya?". Kesabaran juga bakal berguna kalo menghadapi pertanyaan yang lebih super-OOT, kayak misal, "Mas, untuk biaya distribusi barang itu biaya kalo pake apa? Colt ato Truk?".

Kenapa perlu ketelatenan? Ini karena tuntutan dari pihak manajemen training yang mensyaratkan bahwa di akhir training peserta harus sudah bisa dan fasih melakukan entri data ini, ini, dan ini... Nah, kadang pas training bisa jadi kita bakal menemui kenyataan peserta yang malas melakukan entri data atau kesulitan melakukan entri data. Ato kadang ada kesulitan yang lagi-lagi OOT, kayak misal, "Mas, ini saya kok gak bisa konek ke Tel***Net Instan?". Pokok'e, jelaskan dengan segenap skill ketelatelan yang dimiliki ke peserta sampai peserta bisa mendapatkan apa yang seharusnya mereka dapatkan di training ini (najong!). Kalo sampe masih ada yang males ato bandel, Sikat! Gak boleh pulang sampe entri data yang jadi kewajibannya udah dia lakukan... Hehe, telaten sekaligus kejem yak... :P

Trus ngeles engineering? Apa tuh? Bedanya sama ngemeng engineering apa? Hmm, beda-beda tipis sih menurut gue. Ngeles engineering itu kemampuan untuk memilih diksi (kata) supaya konotasi yang ditimbulkan bersifat positif. Padahal maksudnya adalah untuk menjelaskan sesuatu yang menjadi kekurangan dari aplikasi. Sementara ngemeng engineering itu kemampuan untuk menjelaskan secara panjang lebar tentang sesuatu hal tapi tidak sampai di luar lingkup bahasan yang sesungguhnya (ini definisi gue sendiri :P). Nah, coba bandingkan dua kalimat di bawah ini yang maksudnya mirip buat jawab pertanyaan ini: "Mas, kenapa saya perlu mengisikan input data HPS (Harga Perkiraan Sendiri)?"

"Adanya input data HPS (Harga Perkiraan Sendiri) ini dimaksudkan agar pihak KPU daerah bisa terbantu saat melakukan bidding untuk pengadaan barang sekaligus untuk meminimalkan adanya perbedaan biaya antara yang tertera di rencana anggaran dengan realisasi anggaran"

"Adanya input data HPS (Harga Perkiraan Sendiri) ini dimaksudkan agar pihak KPU daerah bisa lebih baik dalam penentuan harga untuk pengadaan barang sekaligus untuk mencegah terjadinya mark-up terhadap rencana anggaran untuk suatu pengadaan barang"

Kerasa gak bedanya? Kalo gak berarti Anda perlu ikut kuliah "Ngeles Engineering". Ya, intinya silat lidah lah. Untuk Ngeles Engineering ini, gue bener2 salut sama kenalan gue orang KPU pusat yang pegang data logistik se-Indonesia. Gilee... mangstaph dah! Kemampuan "diplomasi"-nya bener2 bikin gue geleng2 kepala. Inilah "senjata pamungkas" gue sama Pasca kalo udah nyerah buat jelasin ke peserta. Salut! Salut! Padahal Orang IF juga, tapi dari institut teknologi selain ITB di selatan Bandung :P. Oh iya, ini info juga buat teman2... kalo ngeles engineering ini perlu banget lho, terutama kalo menghadapi client (terutama yang client-nya rada cerewet). Client kan maunya aplikasi jadi perfect. Nah, kalo misal ketauan ada bugnya pas demo/presentasi, di sinilah ngeles engineering berperan untuk menyelamatkan nasib kita :P.

Hal yang bikin gue rada terbantu kemarin adalah yang gue training orangnya mayoritas masih berasal dari wilayah Jakarta dan Jawa Barat yang bisa dibilang lumayan melek IT, walo ada juga yang dari Jambi yang masih rada kagok makenya. Yang ini aja udah lumayan ribet dan bikin capek, apalagi ntar tanggal 3 Agustus (dari Papua, Sulawesi Tenggara, dan Papua Barat). Hehe, no offense buat Orang Indonesia Timur macem si Ijal (peace Ray :D, ita so fastiu liat ngana pe muka :P), walo ada juga yang lumayan jago IT dari sono. Yang penting dari training kemarin untuk peserta adalah peserta ngerti alur proses distribusi yang diterapkan di SILogDisKPU ini sekaligus ngerti data apa saja yang perlu di-entri dan bagaimana caranya. Sementara untuk trainer adalah dapet 2 snack gratis pagi sore dan juga makan siang gratis, hehehe. :P

Oke, itu tadi sekelumit kisah gue sama Danang di training SILogDisKPU untuk kemarin. Jangan khawatir! Masih ada 8 kali training lagi kok... -_-". Buat yang udah selesai KP dan lagi liburan, met liburan! Buat yang udah selesai KP dan ada aktivitas lain, met beraktivitas! Buat yang masih KP, teuteup semangat!

Oke, Nang, silakan dilanjutkan kalo perlu. Denger-denger yang bagian training operator kabupaten/kota lebih ribet yak? Hohoho...

-KnightDNA-

PS: Duh, gue nyesel banget gak sempet foto-foto narsis. Gak enak kan minta Pasca motoin gue pas lagi kasih materi sementara dia sibuk ngejelasin ke orang2 yang lagi bertanya, sekaligus jaim juga :P.
Peserta yang dari DKI Jakarta mirip Puja IF06 lho... :P, sayang gue gak sempet ngambil fotonya.
Peserta training yang dari Jambi logatnya Hengki banget :D. Kadang nanyanya pake bahasa Melayu lagi... -_-" untung gue bisa nangkep maksudnya apa...

 

KP di Freeport part 4 - Trip to Grasberg

Written by : Putri and Nessya

Setelah beberapa minggu lalu kita diajakin mancing ke Portsite, hari minggu kemarin kita diajakin naik buat keliling Grasberg. Yey , asyik…

Kalo mo ke Grasberg harus berangkat pagi, soalnya kalo siang ga keliatan pemandangan apa-apa karena kabut. Kak Anca (kakak super baik yang nganterin kita ke Grasberg) janji ngejemput jam tengah 8. Sambil nunggu dijemput, foto dulu ah…..


Jam delapan kurang 15 kak Anca datang. Ternyata kak Doni dan kak Dini yang rencananya juga ikut ga jadi ikut, jadilah kita bertiga doang yang pergi ke Grasberg. Perjalanan Tembagapura-Grasberg bisa ditempuh dengan dua cara. Yang pertama ke mil 74 terus naik trem (kaya yang pernah Joel ceritain), atau naik mobil melewati HEAT road. HEAT road ini bukan jalan panas lho, tapi Heavy Equipment Access Trail road. Sebenernya sih aq sama Nessya pengen naik trem, tapi kalo kita naik trem kak Ancanya nyetir sendirian dong. Hasrat naik tremnya akhirnya disimpan dulu, mudah-mudahan kapan waktu bisa kesampaian.

Kalo lewat HEAT road, tembagapura-grasberg memakan waktu sekitar satu jam perjalanan. Ketinggian Tembagapura dan Grasberg berbeda 2000 meter lho, makanya jangan heran kalo jalan ke Grasberg menanjak dan berliku-liku. Nih, gw kasi foto HEAT road kalo dilihat dari heli


Karena ketinggiannya yang lebih dari 4000 meter, lapisan oksigen di Grasberg tipis banget. Katanya sih kadar oksigen di Grasberg cuma 65% kadar oksigen di permukaan laut. Makanya orang yang baru pertama kali ke Grasberg biasanya suka pusing atau ngantuk karena kekurangan oksigen. Dari awal perjalanan kita udah diwanti-wanti sama Kak Anca, kalau misalnya ngerasa pusing atau mual langsung bilang ke dia (duh baik banget ni orang).
Pemandangan selama perjalanan ke Grasberg menakjubkan banget. Sayang, mobil dilarang parkir di sepanjang jalan. Jadinya pemandangan yang ini kita konsumsi sendiri aja ya, ga bisa dibagi di post ini hehehe. Oya, kalo lewat HEAT road kita juga bakal ngelewatin terowongan, tebing yang dilubangin untuk dibuat jalan.

Yup, akhirnya sampai di Grasberg. Oya, kalo ke Grasberg ini kita harus memakai APD (Alat Pelindung Diri) standar yaitu sepatu safety, kacamata safety, dan helm. Tempat yang pertama kita datangin adalah Overlook. Di sini ada ruangan berkaca tempat bos-bos meeting, dan dari sini kita bisa melihat keseluruhan kegiatan di Grasberg. Ni beberapa fotonya




Oke, lanjut. Kemudian kita diajak kak Anca ke Bunaken. Bunaken ini adalah tempat teratas di Grasberg. Begitu keluar dari mobil brrr udaranya dingin banget (ya iyalah, >4000 m dpl gitu). Dari Bunaken ini kita bisa ngeliat gunung di seberang yang masih ada salju abadinya. Trus kalo lagi ga berawan, laut juga bisa keliatan dari sini. Berdiri di Bunaken udah kaya berdiri di puncak dunia (backsound song : I’m on the top of the world looking down on creation nanananana…..) . Soalnya awan itu adanya di bawah kita. Nih beberapa fotonya




Can you see the snow? Dulu sih katanya Bunaken ini juga punya salju abadi, tapi karena kegiatan pertambangan, suhunya memanas, saljunya mencair. Tapi kata kak Anca, ada saatnya Bunaken ini bersalju, biasanya sih Oktober. Yah…..bulan segitu kan kita udah balik L. Katanya di sekitar bulan Oktober itu di jalan-jalan juga bisa nemu salju. Hu…pengen…..

Setelah puas foto-foto dan memandangi salju dari jauh, kita diajak turun sama Kak Anca. Kali ini ke Mega Shop. Apakah Mega Shop ini? Dari namanya udah keliatan kan kalo tempat ini berurusan sama benda yang gede-gede…Mega shop ini tempat maintenance haul truck. Ngapain kita ke sini? Ya buat foto-fotolah, masa buat memperbaiki haul truck? Haul truck di Grasberg ada 4 tipe, paling kecil tipe 785 dan paling gede tipe 797. Kebetulan di Mega Shop ada 797 yang lagi di-maintain. Ini beberapa foto kita bersama haul truck 797






Gede banget kan? FYI, pernah ada kejadian haul truck ngelindas mobil LV (LV = light vehicles, toyota) dan supir haul trucknya ga nyadar sama sekali kalo dia udah bikin satu mobil rata dengan tanah. Nyeremin…

Dari Mega Shop kita diajak ke GBT. Kalau ke Grasberg naik trem, ntar sampainya ke GBT ini. Dulu, waktu Grasberg belum ditemukan, tambangnya Freeport ya cuma di sekitar GBT ini, namanya Ertsberg. Luasnya jauh lebih kecil dari Grasberg, tapi dari hasil Ertsberg aja Freeport udah bisa membangun Tembagapura, jalan-jalan, fasilitas trem, dll. Ga kebayang berapa besar keuntungan Freeport dari Grasberg. Apalagi kata Kak Anca, grade ore (kadar mineral yang ada di batuan tambang) di Grasberg tinggi banget bisa mencapai 3-5 (padahal di tambang underground grade 0.9-1 udah dianggap tinggi lho). Ertsberg sekarang udah jadi danau, trus warna airnya biru campur putih gitu, katanya karena kandungan sulfurnya tinggi.


Dari Ertsberg, kita diajak muter-muter sampai ke dasar Grasberg (disebutnya bottom pit). Di pinggir jalan kadang ada haul truck yang ngantri nunggu diisiin batu sama shovel, atau haul truck nuang batu ke crusher buat dihancurin. Di dekat crusher atau shovel biasanya ada batu-batu unik, tapi karena ga boleh turun jadi ga bisa mungut batu deh…

Waktu kita keluar dari bottom pit kabut udah mulai turun (atau naik ya?). Rencana mo foto-foto dengan latar belakang gunung dan laut batal, soalnya udah ketutup kabut. Tapi gpp deh, stok fotonya juga udah banyak.

Jadi begitu cerita trip to Grasberg kita kali ini. Biggest thanx goes to Kak Anca yang sudah dengan sangat baik hatinya mengantarkan kita ke Grasberg, ngajak kita keliling-keliling, ngejelasin ini-itu sepanjang perjalanan, dan menjadi tukang foto ketika naluri narsis kita muncul. Makasih banyak ya kak…

Buat teman-teman KP lainnya, udah pada mau selesai ya? Kita masih rada lama di sini, mungkin ada cerita baru, tunggu aja kelanjutan pengalaman KPers Freeport ya…
Salam dari Papua…

 

Hari terakhir di Indosat

Hari ini hari terakhir gw di Indosat. Laporan udah kebanyakan ngemeng engineering tapi so far so good lah. Dokumen teknis juga udah tebel-tebel banget. (Bakal ditanyain gitu isi dokumen teknisnya pas seminar?) Males ditambah-tambahin. Ini juga ngeblog seadanya aja, hehehe.

Akhirnya bisa juga kembali ke Labtek V tercinta. Rada kangen aja sama Labtek V.

Buat yang tinggal beberapa hari lagi, yang tinggal seminggu lagi, sampai yang masih sebulanan lagi....

Semangat loh ^_^

Really looking forward seeing all of you!

(Malam ini nonton Batman bareng anak-anak KPers di Jakarta.... Akhirnya bisa juga kumpul-kumpul bareng KPers Jakarta ^_^)

link terkait

 

ada yang udah nyicil laporan?

ada yang udah nyicil laporan gak.....?

ini ditulis apa sih ini di laporan.........

bingung. bingung. bingung. bingung.

mana ini kerja sendirian lagi, gak ada seksi-laporan-dan-dokumentasi, lagi......

stuck di laporan..... hiks....

 

CIMOL JALAN YU

Dear Cimol'ers2 di tempat kape masing,

Dikarenakan motor saya akan mengalami acara servis besar sebelum menginjak semester 7 nanti, ada baiknya saya mengajak saudara2 Cimol Pacifist atau yang punya motor lah untuk menghadiri acara Jalan-Jalan Cimol 2 (yang ini ngasal ga tau udah berapa kali Cimol jalan) (sekaligus ngetes motor :p) yang akan diselenggarakan pada:

Waktu : akan dibicaraken
Tempat : akan dibicaraken

Atas perhatian warga2 Cimol masing2, saya diucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya :p

*Harap dikarenakan sangat pentingnya acara ini, saudara2 bisa datang tepat waktunya agar acara ini terealisasi (Wow Cimol jalan yukkk)

 

Makan Malam Mewah Mahal Makjeleger

Halo..
Berjumpa lagi dengan postingan tentang kuliner KP. Wihi. Jadi kami (saya dan Vinta, Syva ga ikut karena rumahnya di Bintaro dan harus mengejar kuda besi yang berlari kencang, kereta maksudnya) tadi malam mencoba makan di tempat yang baru buka gitu di daerah BSD, nama tempatnya adalah Pondok Kemangi. Sebenernya restoran yang menyajikan makanan khas Sunda ini sudah sekitar 2 tahun ada di kawasan BSD City, namun baru 1 bulan terakhir ini restoran Pondok Kemangi menempati lokasi baru, yaitu di seberang Pom Bensin Petronas BSD. Info lebih lengkap tentang restoran ini bisa dilihat di sini.


Setelah siang harinya saya hunting tempat makan di BSD, lewat internet tentunya, akhirnya diputuskanlah saya dan Vinta akan mencoba makan malam di restoran itu. Tergoda oleh foto-foto makanan yang sangat menggiurkan dan berdasarkan referensi orang-orang yang komen di internet, harganya (katanya) masih terjangkau.


Sampailah kami di restoran tersebut pada pukul 17.40, ternyata eh ternyata, restoran ini baru buka jam 6. Jadilah kami menunggu sebentar di depan restoran, ternyata udah banyak juga mobil-mobil yang berdatangan, akhirnya pintunya dibuka juga sekitar jam 17.50. Restoran ini menawarkan berbagai macam pilihan tempat untuk menikmati sajian mereka, yaitu di dalam ruangan, di halaman belakang, dan lesehan.




Kami memilih duduk di halaman belakang, sengaja memilih meja yang deket sama meja tempat 9 macam sambel, denger2, eh, liat2 dari internet, katanya sambel mangganya itu laku berat, baru 10 menit disajikan udah langsung ludes. So, karena ga mau kehabisan, jadi milih meja yang deket sama meja sambel.





Pelayan menyuguhkan kami menu yang sungguh indah untuk dipandangi dan tentunya sangat nikmat untuk disantap, sangat menggugah selera deh pokoknya. Namun sayangnya menu yang indah ini tidak dilengkapi harga, karena saya ga mau tertipu dan pingsan pas mau bayar, jadilah saya minta daftar harganya, jangan malu untuk minta menu yang ada harganya, daripada pulang-pulang harus cuci piring gara-gara ga bisa bayar, hehe. Akhirnya kami memesan 2 nasi putih, 4 macam makanan, dan 2 macam minuman. Saya udah punya contekan daftar makanan & minuman yang direkomendasikan, lagi-lagi sumbernya dari internet, hehe.

Nih cuplikan makanan yang kami pesen.




















Makanan 1 : Cumi Asin Sambal Pete
















Makanan 2 : Cerimping Saus Padang
















Makanan 3 : Pucuk Labu Blacan
















Makanan 4 : Tempe Penyet
















Kami pesen minuman khas dari restoran ini, yaitu Es Mangga Pondok Kemangi dan Es Teler.





























Kesimpulan yang didapat seperti tertera pada judul post ini. Masing-masing dari kami hampir menghabiskan gaji sehari kami untuk membayar makanan dan minuman itu. Untuk ukuran kantong mahasiswa, restoran ini bisa dibilang jauh dari jangkauan, tapi emang kenyang banget sih (iyalah kenyang, udah nasinya nambah lagi, ups!). Lumayanlah dapet bonus liat bulan purnama, hehe.




*Berterimakasihlah kepada saya yang telah menurunkan foto Amir dari bagian atas halaman utama TKP (padahal diganti sama foto saya, ihihi).

 

Selamat Datang di kapedeh.blogspot.com!

kapedeh.blogspot.com adalah sebuah log KP IF2005 yang insya Allah berisikan cerita-cerita Kerja Praktek Pacifist dari sabang sampai timika :P

Yang mau join nulis-nulis, kalau bisa setiap perwakilan tim dari semua tim bisa ikutan nulis, bisa kontak paw :D

Kritik dan saran klik ini


Free chat widget @ ShoutMix

Blogger Templates by Blog Forum

Recent Comments

Jumlah Pengunjung

Pacifist @ Ning

Labels

Polling 1: Cerita Terfavorit TKP 2-13 Juni '08 goes to.. [vote sebanyak-banyaknya!]

Polling 0: Menurut kalian, polling apa yang sebaiknya diadakan untuk pertama kali?