Posting serius ah

Ini salah satu dari sedikit sekali postingan serius sayah :D

(Eh, kalau kepanjangan, protes aja yaa biar diedit ntar)

Vox Populi Vox Dei

Berawal dari tebak-tebakan Made : “kapan Boedi Oetomo berdiri?” saya menemukan sepotong informasi ini :

“Soembangsih”. Gedenkboek Boedi-Oetomo 20 Mei 1908 -1918.
. Amsterdam, Uitgave Tijdschrift Nederl. IndiĆ« Oud en Nieuw, 1918. Illustrated. 148 pp. Bound in private half-cloth. 4to. Small library stamp, but a very good copy. Memorial volume commemorating the first 10 years of the Indonesian political party ‘Boedi - Oetomo’, founded in Java in 1908. Contains articles by various Indonesian authors such as Goenawan Mangoenkoesoemo (De geboorte van Boedi-Oetomo), Surya Ningrat (Het Javaansch nationalisme in de Indische beweging), Sriati Mangoenkoesoemo (De Javaansche vrouw), Loekman Djajadiningrat (De waarde van het dessa-onderwijs voor de welvaart der Javaansche bevolking), etc. Illustrated with numerous portraits of early Indonesian nationalist leaders and activists. Rare.

Ini merupakan sebuah iklan untuk buku langka untuk memperingati 10 tahun Boedi Oetomo berisi tulisan-tulisan para pendiri-pengurus –nya. Iklan ini juga mencetuskan sebuah sub-tulisan terkait dengan demonstrasi mahasiswa akhir-akhir ini, yang sering dianggap meresahkan oleh masyarakat :

Seluruh tulisan ini berada dalam tag CMIIW

Demonstrasi dan Demonstrasi Mahasiswa

Demonstrasi / unjuk rasa / aksi massa (kesemuanya saya golongkan dalam satu kata pengganti yang sama : demonstrasi) adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah. Kita mencatat pergantian masa di Indonesia ditandai dengan aksi massa besar-besaran : rapat besar Ikada menjelang kemerdekaan, tritura yang menumbangkan orde lama, pendudukan MPR-DPR yang menidurkan orde baru, serta demonstrasi anti kenaikan bbm yang mengawali zaman krisis energi. Demonstrasi adalah ibarat angin penanda zaman yang sedang berganti haluan.

Adalah demonstrasi mahasiswa yang sekarang menjadi pusat perhatian masyarakat, terutama demonstrasi mahasiswa 24 Juni 2008 lalu yang berbuntut aksi anarkis. Banyak yang beranggapan aksi mahasiswa ini sia-sia malah merugikan masyarakat. Anggapan umum pula bahwa aksi mahasiswa ini sudah dalam tahap meresahkan dan menimbulkan antipati masyarakat terhadap mereka.

Saya tidak tahu apakah aksi mahasiswa yang seperti ini diboncengi atau tidak, namun, terlepas dari itu kejadian ini membuat saya berpikir :“apakah cara yang dipilih mahasiswa ini sudah benar? “. Pertanyaan mengasosiasikan cara yang dipilih adalah cara demonstrasi turun ke jalan-jalan. Patut ditambahkan pula penyebutan mahasiswa mengacu pada mahasiswa yang berdemonstrasi serta masyarakat adalah komponen masyarakat yang berinteraksi dengan saya dan alergi di sini dalam bentuk ketidak setujuan yang diuraikan secara lisan.

Cara Unjuk Rasa

Nah ini! Inilah yang dikeluhkan oleh masyarakat selama ini. Unjuk rasa mahasiswa ujung-ujungnya bikin macet, was-was, dan rawan terhadap aksi anarkis. Malah anggapan sekarang adalah aksi-aksi seperti ini bertolak belakang dengan fitrah mahasiswa sebagai orang pintar (maksudnya berpendidikan, bukan dukun ataupun orang yang sering minum Tolak Angin). Maksud saya adalah seharusnya dalam berdemonstrasi, mahasiswa harusnya memperhitungkan apakah cara ini merupakan cara yang terbaik, yang paling menimbulkan efek positif, dan yang paling membuat tujuan mereka tercapai. Saya ragu bahwa turun ke jalan, bakar ban, atau memblokade suatu jalan bisa secara efektif menumpaskan masalah kenaikan harga bbm, misalnya. Malah, alih-alih menurunkan harga bbm, demonstrasi menimbulkan kemacetan yang secara otomatis membuat konsumsi bbm untuk kendaraan semakin bertambah…. nah lhoooo…. Bahkan, menurut teman saya, dia pernah mendengar kejadian demonstran anti kenaikan bbm malah berantem sama tukang ojek karena demonstran menghalangi jalan. Lhaa.. masa demonstran berantem sama orang yang mereka perjuangkan? Binguuung khaaaan?

Menurut hemat saya (karena ga ada menurut boros saya) cara terbaik untuk unjuk rasa adalah : menulis. Kenapa? Banyak alasannya. Tapi akan coba saya sebutkan satu per satu. Pertamax (karena isunya bbm, boleh dong bermain kata sedikit-sedikit), menulis itu tidak lekang zaman. Ini ada hubungannya dengan tulisan di atas. Bayangkan, sebuah tulisan bertanggal 1918 masih bisa dibaca sampai sekarang! Sekarang bayangkan pula : seluruh populasi dunia ludes, tapi data-data di server masih ada, alien masih bisa membayangkan seluruh sejarah bumi lewat Wikipedia! Itulah kehebatannya menulis! Sampai-sampai Pramoedya Ananta Toer pernah bertutur seperti ini :

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Wow! Jadi opini kita, suara kita, perjuangan kita, yang biasanya digaungkan oleh demonstran – kalau ditulis – bisa dibaca ulang kembali oleh alien!!! Dahsyat gak tuh! Kalau orasi mahasiswa demonstran yang turun ke jalan mah, udah gak jelas, diulang-ulang, gak bisa di fast forward pula… Hufff…

Alasan kedua, menulis bisa memberikan efek positif yang jauh lebih dahsyat. Kumpulan surat R.A. Kartini yang ditulis jauh di lampau, masih memberikan semangat luar biasa pada kaum wanita Indonesia. Mein Kampf adalah kumpulan kertas yang sanggup mengubah Jerman. Seberapa dahsyatkah tulisan-tulisan Pramoedya Ananta Toer sampai-sampai rezim Soeharto merasa perlu untuk membakarnya?

Tulisan adalah sesuatu yang sangat kuat, saudara-saudara. Bukankah revolusi Perancis adalah buah tulisan Rousseau, Voltaire, Robespierre, dan lainnya? Kekuatan tulisan ditopang oleh kenyataan bahwa menulis adalah sebuah dialog dengan hati; menulis adalah sesuatu yang dikerjakan sepenuh hati; dan pernahkah terpikirkan, kalau kita ingin mengupas sesuatu yang serius, kita lakukan itu dengan menulis? Menulis juga adalah pekerjaan yang dilakukan dengan kejujuran. Itulah yang membuat sebuah tulisan sanggup menyangkut di hati orang banyak.

Alasan ketiga, kita nyaris tidak perlu bakat apa-apa untuk menulis. Tidak perlu bakat khusus untuk bisa menulis. Seorang anak kecil bisa menuliskan keluh kesahnya dengan begitu jujur sehingga bisa menyentuh hati orang dewasa yang membacanya. Jurnal seseorang yang bunuh diri membuat pembacanya memikirkan kembali tentang kehidupan. Bahkan coretan kecil tukang becak bisa membuat kita menangis memikirkan betapa sederhananya tukang becak itu.

Saya pernah diceritakan Abang saya bahwa pada waktu beliau SMP, di Jalan Kelenteng Bandung konon ada seorang tunawisma yang setiap hari selalu menuliskan pemikirannya di sebuah papan tulis. Tulisan itu tentang apa saja, sebagaimana apa yang melintas di pikiran tunawisma itu. Namun, nyaris semua orang yang lewat berhenti sebentar untuk membaca tulisan itu. Bahkan, itu sudah menjadi sebuah kebiasaan, tulisan tunawisma itu bagaikan tajuk rencana surat kabar. Ketika tunawisma itu menghilang, seminggu tidak muncul tulisannya. Orang bertanya-tanya ke mana dia? Banyak yang mengaku rindu akan tulisannya, bahkan membaca tulisan itu adalah bagian dari rutinitas sehari-hari. Tunawisma itu sudah menjadi bagian hidup mereka walaupun mereka belum pernah bertatap muka, mengobrol, atau bertegur sapa. Itulah kekuatan sebuah tulisan.

Penutup

Dalam tulisan ini saya hanya mengajukan sebuah alternatif dalam cara berunjuk rasa. Saya sendiri mengakui bahwa saya cukup jarang menulis apalagi hal-hal yang serius. Saya hanya sekedar mencoba untuk memberikan suara saya atas salah satu fenomena kenyataan hidup. Segala kesalahan pengutipan dan penulisan adalah kesalahan saya, apabila ada yang kurang berkenan atau punya masukan, silakan berkomentar. Tulisan ini saya tutup dengan sebuah tulisan dari penulis besar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer :

“Seorang terpelajar harus juga berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan”

 

Reader Comments

buat saya pribadi,
ini adalah tulisan terbaik selama saya membaca blog ini,,
thanks a lot
sangat menginspirasi

:((
wuaaah,, terharu aku..

ternyata tulisan bisa begitu ya..
ternyata oon bisa kayak gitu ya..

mmm...

semangkin penasaran, atmosfir di lowe kayak gimana sih, bisa2nya membuat oon jd sekeren ini, walopun blum sekeren ki hadjar dewantara..

“Seorang terpelajar harus juga berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan”

Waw, bagus banget nih On..
Beurat euy tulisannya, keren!
Betul juga kata uchenk, Oon selain semakin kreatif sekarang jadi semakin keren..
(^_^)

On, kuereen bgt tulisannya.. mungkin kalo lo lahir tanun 1900an, di buku langka itu ada namalo kali,ya... hehe.. btw, pertanyaan gw di ym, bukan under-estimate loh ya on... ngecek aja dulu, soalnya gw mw ngasih komen.. maafkan daku yg salah mengartikan kata 'mencetuskan'.. mari kita menulis!!! :)

keren bgt tulisan lo on..

seriusan dah..

keep writing On..

Seperti kata Om Benjamin Franklin :

"If you would not be forgotten as soon as you're gone, either write things worth reading or do things worth writing."

This comment has been removed by the author.

makasih2
@bayu : sm2, tulisanmu yang education is investment juga menginspirasiku

@uchenk : hehehe ki hadjar mah mantaps pisan ^:)^

@inay : makin ganteng pula lho.. :))

@syva : gpp kok.. hehehe... mari!

weh si laris dicantumkan sebagai "teman saya" hohoho...

maafkan klo saya merusak kesyahduan comment ;p rasanya di lowe saya jadi lebih konyol dari oon, dia yang lebih serius pendiam ;D

wew.....

bagus tulisannya....

jadi pengen menulis juga..... tulisan yg sifatnya formal, sistematis, argumentatif, dan bukan nyampah

tulisan yang anda buat sungguh inspiratif.

saya salut!

mari kita menulis dan makan duren :D

waaaaaaaaaa...

oonn.....

menyeramkan yah.. kek kepribadian ganda gini.. hihihihihih..

cb yah joke2 nya di tulisan ini diilangin *ky joke yg tolak angin*.. bnr2 kebayang oon yg ganteng, naik kuda putih..

hahahaha...

Wow, keren.. Ternyata Oon yang kaya begitu, bisa begini, hoho...

Btw, hubungannya tulisan ini sama KP apa ya??

assa.
wooooow!!!
mantap kali tulisan kow on!!
gile jd lbh dewasa gini haghag.
emang bnr tuh kita sbagai mahasiswa hrs tau cara yg bnr utk brjuang!
yosh, prjalanan kita msh panjang dan berat bung
wass.

vote oon
untuk tulisan of the month
*eh ada ga sih?



Selamat Datang di kapedeh.blogspot.com!

kapedeh.blogspot.com adalah sebuah log KP IF2005 yang insya Allah berisikan cerita-cerita Kerja Praktek Pacifist dari sabang sampai timika :P

Yang mau join nulis-nulis, kalau bisa setiap perwakilan tim dari semua tim bisa ikutan nulis, bisa kontak paw :D

Kritik dan saran klik ini


Free chat widget @ ShoutMix

Blogger Templates by Blog Forum

Recent Comments

Blog Archive

Jumlah Pengunjung

Pacifist @ Ning

Labels

Polling 1: Cerita Terfavorit TKP 2-13 Juni '08 goes to.. [vote sebanyak-banyaknya!]

Polling 0: Menurut kalian, polling apa yang sebaiknya diadakan untuk pertama kali?